Tamron, Jakarta – Lensa zoom all-in-one TAMRON untuk kamera mirrorless full-frame mencakup rentang fokal yang luas, dari 25mm pada ujung wide hingga 300mm pada ujung telefoto.

Tamron Lenses for full-frame format (A075/A071/A074)

*Grafik ini menunjukkan seluruh rentang fokal, berbasis mount Sony E, mulai dari sudut terlebar hingga telefoto terpanjang yang dicakup oleh seluruh lini lensa kami.
*Untuk format APS-C, rentangnya mencakup 18-300mm (setara 27-450mm pada full-frame.
*Jarak ke subjek (kastil) sekitar 500 meter (1.640 kaki) dalam garis lurus.

25-200mm F2.8-5.6 G2 for Sony E-mount
Short Movie
Lensa Zoom all-in-one TAMRON
Evolusi G2 all-in-one!
Zoom 8x dengan awal 25mm F2.8, optik yang ditingkatkan, AF lebih cepat, dan kemampuan close-up yang lebih luas.
25-200mm F2.8 – 5.6 G2 (Model A075)
TAMRON, pelopor lensa zoom all-in-one, kembali menghadirkan inovasi dalam ukuran yang ringkas untuk memperingati ulang tahunnya yang ke-75.

Sejarah dan Tantangan
Mendorong batas kualitas gambar dalam bentuk yang ringkas, tantangan inilah yang menjadi asal mula lensa zoom all-in-one TAMRON.
GENERASI PERTAMA
Periode Pengenalan (1992-2000)
| Misi Pertama (1992)
Tamron memelopori lensa zoom ‘high mangnification’ melalui model 71D yang dirilis pada tahun 1992. Lensa ini memiliki rentang fokal 28-200mm dengan rasio zoom 7,1x, tertinggi di kelasnya untuk lensa interchangeable pada masa itu.
Tantangan yang Ada
Pengembangan dimulai pada tahun 1989, sekitar tiga tahun sebelum peluncuran. Tim development diberi misi yang sangat jelas, menciptakan lensa zoom ‘high magnification’ yang praktis, rentang 28mm wide hingga 200mm telefoto dalam bodi ringkas yang mudah dibawa siapa saja, yaitu lensa all-in-one.
Meskipun sudah ada lensa zoom serupa, ukurannya besar, berat, dan kualitas gambarnya belum memadai sehingga tidak nyaman digunakan. Tim ini menargetkan ukuran lensa seukuran bungkus rokok, bahkan membuat model silinder dan kertas dengan ukuran tersebut. Itulah awal dari proyek pengembangan yang ambisius
Mengatasi Tantangan untuk Terobosan Baru
Pengembangan lensa all-in-one yang praktis, terbukti sangat sulit. Setiap prototipe harus melalui uji resolusi berulang kali. Setelah banyak percobaan dan kesalahan, dengan memanfaatkan pengalaman TAMRON dalam merancang dan memproduksi lensa zoom bertenaga tinggi untuk kamera video serta keberhasilan produksi massal lensa asferis hibrida, terobosan akhirnya tercapai.
Tiga Tahun Upaya Berbuah Hasil
Model 71D dipenuhi teknologi khas TAMRON. Penataan optimal lensa asferis hibrida mampu mengoreksi aberasi secara efektif, sementara mekanisme baru seperti ‘Triple Cam Zoom’ dan penggunaan plastik teknik yang ringan turut diadopsi. Dengan peningkatan presisi produksi, lensa tersebut akhirnya diselesaikan.
Tantangan Berikutnya
Model 71D mendapat sambutan hangat di pasar Eropa dan Amerika, dan kamuedian menjadi hit besar di Jepang. Namun tim development belum puas. Lensa tersebut memiliki batas minimum fokus 2,1m di seluruh rentang zoom, masih dapat diterima untuk telefoto 200mm, tetapi kurang memadai untuk lensa wide-angle 28mm.Hal ini mendorong munculnya tantangan baru untuk pengembangan lebih lanjut.

| Shorter Minimum Object Distance (1996-2000)
Model Ditingkatkan pada tahun 1996, Model 171D
Perbedaan paling signifikan dari Model 71D adalah jarak fokus minimumnya. Jika model 71D memiliki jarak 2,1m. Model 171D menguranginya menjadi 0,52m saat digunakan pada fokal 135mm. Rasio pembesaran maksimum pada film juga meningkat dari 1:9,5 menjadi 1:4,8 sehingga meningkatkan kepraktisan lensa zoom all-in-one.
Hal ini dicapai dengan mengevaluasi ulang mekanisme fokus: beralih dari desain front focus pada model 71D, di mana elemen lensa depan yang besar maju ke depan saat jarak dalam barrel bergerak untuk fokus tanpa mengubah panjang barrel. Pendekatan ini memungkinkan fokus lebih dekat tanpa mengorbankan kualitas gambar. Meski jarak fokus minimum tetap bervariasi tergantung panjang fokal, tim developer saat itu masih belum sepenuhnya puas.
Pada tahun 2000, Model 371D diperkenalkan dan akhirnya memenuhi ekspektasi tim development dalam kemampuan close-up. Dengan jarak fokus minimumnya 0,49m, sedikit lebih pendek dari sebelumnya, lensa ini memungkinkan pemotretan pada jarak tersebut di seluruh rentang zoom, menghasilkan rasio pembesaran maksimum 1:4 pada 200mm, mendekati spesifikasi lensa makro.


Memperluas Rasio Zoom hingga Dua Digit
Meskipun lensa all-in-one Tamron awalnya hanya hadir sebagai 28-200mm, meningkatnya kebutuhan akan fokal lebih panjang mendorong hadirnya Model 185D pada tahun 1999, dengan ujung telefoto yang diperluas hingga 300mm (rasio zoom 10,7x). Meski sedikit lebih besar dari model seperi 171D, lensa ini diterima dengan baik oleh pengguna yang membutuhkan telefoto lebih panjang. TAMRON terus menawarkan lensa 28-200mm dan 28-300mm hingga munculnya lensa khusus digital pada tahun 2005.

GENERASI KEDUA
Masa Perampingan Desain (2001-2002)
Ringkas dan Ringan
Pada tahun 2001, Model A03 mencapai tingkat keringkasan bobot ringan yang belum pernah ada sebelumnya. Ukuran filter diperkecil dari 72mm pada Model 171D menjadi 62mm. Hal ini terjadi karena teknologi XR (Extra-Refractive Index) dari TAMRON, yang memanfaatkan kaca dengan indeks refraksi tinggi pada kelompok lensa depan, sementara koreksi aberasi dilakukan oleh kelompok lensa belakang. Desain optik inovatif ini mempersingkat panjang optik dengan menempatkan lensa berindeks refraksi tinggi di bagian depan, sehingga ada pengurangan ukuran barrel secara signifikan pada model A03.
Model ini menjadi langkah besar dalam konteks ukuran, sejalan dengan konsep ideal lensa zoom all-in-one yang dapat dibawa ke mana saja dan digunakan untuk berbagai kebutuhan. Desain eksterior barrel juga mengalami perubahan besar, yang kemudian menjadi tren desain pada model-model saat ini. Teknologi XR turut diterapkan pada seri 28-300mm, yang menghasilkan peluncuran Model A06 pada tahun 2002.
Pada periode yang sama, kamera SLR juga sedang mengalami transformasi bersejarah.


GENERASI KETIGA
Periode Pengenalan teknologi Digital (2004-2007)
Era Digital
Sekitar tahun 2000, kamera SLR digital semakin terjangkau. Hal ini mendorong adopsi yang pesat karena kompatibilitasnya dengan komputer dan printer, serta penghematan biaya karena tidak lagi memerlukan film dan proses cuci-cetak. Namun, pencitraan digital juga menghadirkan tantangan baru, seperti meningkatnya penekanan pada aberasi lensa, flare, dan ghosting dibandingkan era film. Refleksi internal yang menyebabkan flare menjadi isu utama, dan lapisan coating konvensional sering kali tidak lagi memadai. Selain itu, aspek telecentricity (sistem optik di mana cahaya datang sejajar dengan sumbu optik) menjadi semakin penting.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, TAMRON memperkenalkan lensa yang dioptimalkan untuk karakteristik digital melalui desain optik dan lapisan khusus dalam seri Di (Digitally Integrated). Pada tahun 2004, lensa full-frame Model A061 dirilis berdasarkan lensa zoom all-in-one Model A06 (untuk kamera film). Namun, karena merupakan lensa full-frame, saat digunakan pada kamera APS-C, ujung wide 28mm menjadi setara 42mm*, sehingga karakter lensanya lebih condong ke telefoto.
Sebagai solusi, TAMRON mengembangkan lensa zoom all-in-one yang dikhususkan untuk sensor APS-C. Pada tahun 2005, diperkenalkan Model A14 dengan rentang fokal 18–200mm, yang setara 27–300mm* pada format full-frame. Inilah debut seri Di II, yang dirancang khusus untuk sensor APS-C.
Pada tahun 2006, lensa 28–200mm Model A03 juga diperbarui menjadi Model A031 yang kompatibel dengan teknologi digital (seri Di).
* Untuk mount CANON EF, konversi setara full-frame adalah 1,6x.



Generasi Keempat
Periode Pengenalan VC (2007-2008)
Menuju Rasio Zoom Lebih Tinggi dan Integrasi VC
Pada tahun 2007, bertepatan dengan 15 tahun peluncuran Model 71D, TAMRON kembali meningkatkan rasio zoom pada lensa all-in-one Di II dengan memperkenalkan Model A18 yang mencakup rentang fokal 18–250mm. Rasio zoom mencapai 13,9x, dengan ukuran barrel yang hampir sama seperti Model A14 sebelumnya, serta bobot yang hanya bertambah sekitar 30 gram.
Pada tahun yang sama, TAMRON juga merilis Model A20, lensa zoom all-in-one yang dilengkapi mekanisme ‘Vibration Compensation (VC)’ yang telah lama dikembangkan oleh TAMRON.
Pada periode ini, fitur stabilisasi gambar telah menjadi hal umum pada lensa zoom standar dan telefoto. Model A20, yang termasuk dalam seri Di full-frame, menawarkan rentang fokal 28–300mm. Dilengkapi sistem VC setara 4 stop, lensa ini memberikan manfaat stabilisasi yang signifikan di seluruh rentang zoom.
Stabilitas revolusioner dari sistem VC, yang dicapai melalui sistem tiga kumparan (three-coil system) khas TAMRON, menarik perhatian banyak pengguna sebagai mekanisme stabilisasi dalam lensa yang inovatif.
Teknologi VC kemudian juga diintegrasikan ke dalam lensa all-in-one Di II untuk APS-C. Pada tahun 2008, Model B003 diperkenalkan dengan fitur VC serta memperluas rentang fokal dari Model A18 menjadi 18–270mm. Dengan rasio zoom impresif 15x dan kehadiran stabilisasi gambar, pengalaman fotografi pun menjadi semakin nyaman.



Generasi Kelima
Periode Pengenalan Aktuator Baru (2010 – 2011)
Mengejar Lensa All-in-One yang Ideal
Sebelumnya, TAMRON menggunakan motor DC sebagai penggerak autofocus (AF) pada lensa zoom all-in-one. Meski efisien dari segi biaya dan responsif, motor ini terkadang menghasilkan suara operasional yang cukup terdengar.
Untuk mengatasinya, TAMRON mulai mengembangkan aktuator (motor) baru yang memanfaatkan elemen piezoelektrik (piezo). Aktuator ini diberi nama PZD (Piezo Drive), yang memanfaatkan karakteristik elemen piezo untuk menghasilkan penggerak AF yang lebih senyap sekaligus memungkinkan penyimpanan internal yang lebih ringkas di dalam barrel. Desain aktuator ini juga berkontribusi pada perampingan sistem VC, yang kemudian diwujudkan melalui peluncuran lensa all-in-one APS-C Model B008.
Model B008 mengadopsi motor ultrasonik gelombang stasioner PZD serta sistem VC yang diperkecil, sehingga mencapai tingkat keringkasan yang mendekati Model A18. Dirancang untuk kamera DSLR digital kelas pemula, lensa ini menawarkan penggerak AF yang halus dan senyap, menghadirkan pengalaman lensa all-in-one yang ideal.
Melanjutkan perannya sebagai pelopor lensa zoom all-in-one, semangat TAMRON dalam menantang batas terus berlanjut dengan pengembangan Model B011, seiring berkembangnya pasar kamera mirrorless sekitar tahun 2010. Lensa ini dirancang untuk sensor APS-C, mengusung desain ringkas dan ringan, kualitas gambar tinggi, rentang fokal 18–200mm, serta sistem VC yang ditingkatkan untuk menghasilkan foto tajam dan minim blur dalam pemotretan sehari-hari maupun perjalanan.


Generasi Keenam
Kematangan Fungsi dan Performa (2014 – 2015)
Pengejaran Tertinggi Rasio Zoom High Magnification
Pada April 2014, TAMRON memperkenalkan Model B016 yang menyempurnakan Model B008 yang sudah berkualitas tinggi, untuk mewujudkan lensa all-in-one ideal dengan rentang 16–300mm. Dengan rasio zoom sekitar 18,8x, lensa ini menawarkan sudut wide 16mm (setara 24mm pada full-frame)* serta ujung telefoto yang diperpanjang hingga 300mm (setara 450mm pada full-frame)*. Dilengkapi rasio pembesaran maksimum 1:2,9 untuk kemampuan makro yang lebih baik, lensa ini memiliki jarak fokus minimum 0,39 m.
Desain optik terbaru yang memanfaatkan material baru seperti lensa UXR dan asferis hibrida memungkinkan perampingan ukuran sekaligus menghasilkan kualitas gambar yang tajam.
Desain eksterior barrel juga diperbarui dengan tampilan premium melalui penggunaan warna tungsten silver pada elemen branding. Dengan rentang pemotretan yang sangat luas, kualitas gambar tinggi, dan performa mumpuni, Model B016 diterima sebagai ‘super all-in-one zoom lens’, sekaligus menetapkan standar baru di kategorinya.
Tak lama kemudian, pada Juni 2014, TAMRON merilis Model A010 untuk DSLR full-frame serta Model C001 untuk kamera mirrorless Micro Four Thirds. Pada Agustus 2015, penerus lensa terlaris Model A14 diperkenalkan sebagai Model B018, yang dilengkkapi VC untuk kemudahan penggunaan yang lebih baik serta bobot yang lebih ringan.
* Untuk mount CANON EF, konversi setara full-frame adalah 1,6x.




Generasi Ketujuh
Lahirnya Lensa All-in-One Cepat (2017 – 2025)
Pada Juli 2017, Model B028 diperkenalkan sebagai pelopor kategori baru ‘ultra telephoto all-in-one zoom.’ Mencakup rentang fokal 18–400mm (setara 27–600mm pada full-frame)* dengan rasio zoom sekitar 22,2x, lensa ini hadir dengan desain ringkas dan ringan, dilengkapi barrel teleskopik tiga tahap serta mekanisme quad-cam zoom untuk pengoperasian yang halus. Dibekali motor HLD (High/Low torque-modulated Drive) khas TAMRON, lensa ini mencapai penggerak AF berpresisi tinggi sekaligus efisiensi daya yang optimal. Dukungan VC yang ditingkatkan untuk pemotretan ‘ultra telephoto all-in-one’ menghadirkan pengalaman fotografi yang nyaman.
* Untuk mount CANON EF, konversi setara full-frame adalah 1,6x.
Memperluas Kemungkinan Berekspresi dengan Fotografi
Sekitar tahun 2020, lensa zoom all-in-one TAMRON berevolusi untuk memenuhi pertumbuhan pasar kamera mirrorless. Model A071, 28–200mm F2.8–5.6, diperkenalkan dengan aperture F2.8 di ujung wide, menantang batas yang sebelumnya dianggap mustahil bagi lensa all-in-one, dan menghadirkan lensa serbaguna untuk berbagai kebutuhan.
Pada tahun berikutnya, TAMRON meluncurkan Model B061 18–300mm, lensa all-in-one untuk kamera mirrorless APS-C yang dibekali sistem AF tercepat dan paling presisi milik TAMRON, VXD (Voice-coil eXtreme-torque Drive). Dengan ujung telefoto hingga 300mm, lensa ini dirancang khusus untuk sensor APS-C dan menawarkan pengalaman all-in-one dengan kemudahan penggunaan yang semakin baik. Pada tahun 2024, TAMRON memperluas jajaran all-in-one zoom dengan Model A074, yang menghadirkan rentang 28–300mm untuk kamera mirrorless full-frame. Dengan rasio zoom 10,7x, kualitas gambar superior, serta ukuran yang ringkas, lensa ini bertujuan mendorong batas kemampuan lensa all-in-one.Pada tahun 2025, dalam rangka memperingati ulang tahun TAMRON yang ke-75, perusahaan merilis 28–200mm F2.8–5.6 G2 (Model A075), generasi kedua seri “G2” sebagai penerus dari 28–200mm F2.8–5.6 (Model A071) yang sangat diapresiasi. Model G2 terbaru ini memperluas ujung wide hingga 25mm, sekaligus mempertahankan aperture cerah F2.8 dan jangkauan telefoto 200mm. Meski hadir dalam bodi yang ringkas dan ringan, lensa ini tidak berkompromi pada performa optik, serta secara signifikan memperluas potensi lensa zoom all-in-one.





