Tamron, Jakarta – Mengapa foto di kafe begitu populer? Apa yang membuat sebuah foto itu menonjol? Seiring berkembangnya media sosial dan blog, memotret di kafe telah menjadi bagian dari kehidupan dan rutinitas sehari-hari. Foto kafe yang stylish dan eye-catching sering kali mendapatkan respons tinggi dan banyak ‘like’. Di antara berbagai jenis foto tersebut, gambar yang diambil dengan kamera lensa yang dapat dipertukarkan (interchangeable-lens camera) sangat populer di kalangan fotografer karena mampu menampilkan blur latar belakang, kedalaman, hingga suasana ruang dengan indah.
Istilah photogenic merujuk pada gambar yang langsung menarik perhatian dan meninggalkan kesan kuat. Bukan sekadar enak dipandang, foto yang benar-benar fotogenik adalah foto di mana cahaya, komposisi, dan warna berpadu secara harmonis sehingga mampu membangkitkan emosi dan empati penikmatnya. Menangkap kafe, kopi, dan hidangan penutup secara bergaya sambil mengekspresikan sudut pandang visual pribadi menjadi kunci utama.
Dasar-Dasar Mengambil Foto Kafe Yang Menarik
Bagaimana Memaksimalkan Cahaya Alami

Image Credit: TAMRON 70-180mm F2.8 G2 (Model A065) Focal length: 70mm Exposure: F2.8 Shutter Speed: 1/30sec ISO: 64
Dasar fotografi di kafe adalah menjadikan cahaya alami sebagai teman. Tempat duduk di dekat jendela sangat ideal karena cahaya lembut mudah masuk dan membuat makanan serta minuman terlihat lebih berdimensi dan natural.
Suhu warna cahaya berubah sesuai waktu, sehingga waktu pemotretan juga perlu diperhatikan. Cahaya pagi yang lebih dingin, dan putih serta cahaya sore yang lebih hangat akan menciptakan suasana berbeda. Menggunakan backlight atau semi-backlight dapat menambah kesan lembut dan transparan pada subjek, sekaligus memperkuat atmosfer foto.
Komposisi dan Penataan Adegan

Image Credit: TAMRON 35mm F2.8 (Model F053) Focal length: 35mm Exposure: F2.8 Shutter Speed: 1/25sec ISO: 800
Teknik komposisi seperti rule of thirds dan komposisi diagonal umum digunakan karena secara alami mengarahkan pandangan mata penikmat foto. Saat menyusun komposisi, penting untuk menyingkirkan elemen latar yang tidak perlu agar subjek utama tampil jelas.
Kesan foto juga dapat berubah signifikan tergantung apakah seluruh meja ditampilkan atau hanya detail tertentu yang dipotong lebih dekat. Framing yang tepat memegang peranan penting dalam menghasilkan foto kafe yang menarik secara visual.
Menyatukan Warna dan Suasana

Image Credit: TAMRON 16-30mm F2.8 G2 (Model A064) Focal length: 16mm Exposure: F2.8 Shutter Speed: 1/50sec ISO: 800
Penggunaan white balance dan kompensasi eksposur untuk menyempurnakan warna dan nuansa foto membantu menciptakan tampilan yang konsisten. Warna hangat memberikan kesan lembut dan ramah, sementara warna dingin menghadirkan kesan bersih, modern, dan elegan. Menyesuaikan harmoni warna dengan interior kafe dan peralatan meja menjadi poin penting.
Teknik Mengabadikan Ruang Kafe dengan Stylish
Pemilihan Lensa dan Sudut Pandang

Image Credit: TAMRON 35mm F2.8 (Model F053) Focal length: 35mm Exposure: F2.8 Shutter Speed: 1/50sec ISO: 800
Lensa prime dengan panjang fokus 35mm atau 50mm sangat direkomendasikan untuk fotografi kafe. Lensa 35mm menawarkan sudut pandang agak lebar sehingga mudah menangkap keseluruhan ruang dan suasana interior.
Sementara itu, lensa 50mm memberikan perspektif mendekati penglihatan alami manusia, memungkinkan latar belakang lembut dengan rasa kedalaman yang realistis. Lensa prime dengan bukaan besar juga sangat berguna di kafe yang minim cahaya karena memungkinkan kecepatan rana lebih tinggi dan noise lebih rendah.
Menciptakan Kesan Kedalaman

Image Credit: TAMRON 11-20mm F2.8 (Model B060) Focal length: 20mm Exposure: F2.8 Shutter Speed: 1/1000sec ISO: 200
Untuk menghadirkan kedalaman, susun foto dengan jelas antara latar depan, tengah, dan belakang. Misalnya, letakkan cangkir kopi di depan, piring di tengah, dan interior kafe di latar belakang agar tercipta kesan tiga dimensi yang kuat.
Tidak hanya fokus pada subjek utama, perhatian terhadap elemen latar depan dan belakang membantu membangun kedalaman sekaligus cerita visual dalam satu bingkai.
Memaksimalkan Blur Latar Belakang

Image Credit: TAMRON 35mm F2.8 (Model F053) Focal length: 35mm Exposure: F2.8 Shutter Speed: 1/25sec ISO: 1600
Menggunakan bukaan lebar seperti F2 atau F2.8 memungkinkan latar belakang menjadi blur dan perhatian tertuju pada subjek utama. Dekorasi dinding atau elemen lampu yang dibuat blur lembut dapat memperkaya suasana foto.
Pemanfaatan blur yang tepat akan mengarahkan pandangan penikmat foto sekaligus tetap mempertahankan konteks ruang di sekitarnya.
Cara Memotret Kopi dan Makanan Agar Terlihat Lezat
Sudut Pengambilan dan Komposisi

Image Credit: TAMRON 90mm F2.8 MACRO (Model F072) Focal length: 90mm Exposure: F10 Shutter Speed: 1.3sec ISO: 100
Sudut 45 derajat sangat efektif untuk menonjolkan tekstur dan dimensi makanan serta minuman. Hidangan bertingkat seperti pancake atau sandwich terlihat lebih berdimensi jika dipotret dari sudut miring atau samping. Komposisi melingkar yang memanfaatkan bentuk piring juga sangat disarankan.
Kedalaman dengan Aperture dan Cahaya
Mengatur aperture mendekati bukaan maksimum dan memanfaatkan cahaya alami dari samping atau belakang dapat menciptakan kesan kedalaman yang kuat. Backlight atau side light sangat efektif untuk menangkap busa latte atau uap panas.
Sedikit underexposure dapat membantu uap lebih terlihat dengan meningkatkan kontras terhadap latar belakang.
Penataan Properti dan Peralatan Meja

Image Credit: TAMRON 35mm F2.8 (Model F053) Focal length: 35mm Exposure: F2.8 Shutter Speed: 1/200sec ISO: 800
Menambahkan serbet, sendok, majalah, atau tanaman kecil dapat memperkuat kesan suasana kafe. Namun, kunci utamanya adalah tidak berlebihan. Dengan memanfaatkan negative space dan penataan sederhana namun terencana, kesan foto akan terlihat lebih rapi dan elegan.
Kafe dan Manusia: Tips Fotografi Portrait
Posisi Duduk dan Ekspresi Alami

Image Credit: TAMRON 18-300mm F3.5-6.3 (Model B061) Focal length: 42mm Exposure: F4 Shutter Speed: 1/60sec ISO: 160
Dalam fotografi portrait di kafe, penting menyelaraskan subjek dengan suasana kafe. Duduk di dekat jendela memungkinkan cahaya alami lembut jatuh ke wajah sehingga warna kulit terlihat lebih halus.
Percakapan yang ringan membantu subjek rileks dan memudahkan penangkapan ekspresi alami yang mencerminkan suasana santai khas kafe.
Menyeimbangkan Latar dan Subjek

Image Credit: TAMRON 25-200mm F2.8-5.6 G2 (Model A075) Focal length: 25mm Exposure: F2.8 Shutter Speed: 1/320sec ISO: 200
Elemen seperti interior kafe, cahaya jendela, atau tanaman hias dapat membantu subjek menyatu dengan suasana. Jika latar terlalu ramai, gunakan aperture lebar untuk memburamkan latar sehingga fokus tetap pada subjek.
Hal yang Perlu Diperhatikan dan Etika Praktis
Saat memotret di kafe, suara rana dan perhatian pelanggan lain perlu diperhatikan. Hindari sesi pemotretan yang terlalu lama atau menghalangi jalur. Meskipun telah mendapat izin, sebaiknya bekerja secara efisien agar tidak mengganggu suasana kafe.
Rekomendasi Pengaturan Kamera untuk Fotografi Kafe
Mode Pemotretan yang Disarankan (prioritas aperture)
Mode aperture priority (A atau Av) sangat praktis karena memungkinkan pengaturan bukaan untuk mengontrol blur latar, sementara kamera menyesuaikan eksposur secara otomatis.
Di ruangan gelap, menaikkan ISO ke kisaran 800–1600 membantu menjaga kecepatan rana agar tidak terlalu lambat.
Penyesuaian White Balance dan ISO

Image Credit: TAMRON 16-30mm F2.8 G2 (Model A064) Focal length: 16mm Exposure: F2.8 Shutter Speed: 1/160sec ISO: 800
Pencahayaan kafe umumnya bernuansa hangat, sehingga auto white balance kadang menghasilkan warna terlalu kemerahan. Menggunakan preset ‘Fluorescent’ atau ‘Tungsten’, atau mengatur nilai Kelvin (K) secara manual, membantu mendapatkan warna yang lebih sesuai.
Jaga ISO serendah mungkin dan naikkan seperlunya demi mencegah camera shake. Keseimbangan antara kualitas gambar dan kestabilan menjadi kunci.
Waktu dan Posisi Terbaik Memotret di Kafe
Waktu terbaik adalah pagi hingga awal sore, khususnya antara pukul 10.00–13.00, saat cahaya alami lembut dan stabil.
Tempat duduk dekat jendela sangat ideal, selama cahaya tidak terlalu keras dan ruang cukup nyaman untuk memotret.
Etika Fotografi di Kafe

Image Credit: TAMRON
Menjaga kenyamanan ruang dan pelanggan lain adalah prioritas utama. Selalu konfirmasi kepada staf apakah fotografi diperbolehkan.
Hindari tripod, peralatan besar, atau menempati meja terlalu lama. Saat mengunggah foto ke media sosial atau blog, mencantumkan nama kafe dan menghindari penyuntingan berlebihan juga merupakan etika yang baik.
Rekomendasi Lensa TAMRON untuk Fotografi Kafe
Fotografi kafe mencakup berbagai subjek, dari suasana ruang hingga detail minuman dan hidangan. Oleh karena itu, perpaduan lensa wide dan standar sangat penting.
Lensa TAMRON yang ringan, ringkas, dan berkualitas tinggi menjadi pilihan ideal untuk kebutuhan ini.
Kesimpulan: nikmati pengalaman menangkap foto di kafe dengan lensa yang dapat ditukar
Dengan memanfaatkan kemampuan ekspresif kamera lensa yang dapat dipertukarkan, momen kafe sehari-hari dapat diubah menjadi foto yang istimewa.
Pemahaman komposisi, cahaya, dan karakter lensa memungkinkan siapa pun menghasilkan foto fotogenik. Dengan tetap menjaga etika, nikmati proses menangkap pesona unik kafe dari sudut pandang pribadi dan ciptakan foto yang memikat perhatian.