Dasar – dasar mengenal jenis lensa dan cara memilihnya – beserta rekomendasi yang cocok untuk pemula!

Dasar – dasar mengenal jenis lensa dan cara memilihnya – beserta rekomendasi yang cocok untuk pemula!

Tamron, Jakarta –  Banyak orang telah membeli kamera DSLR atau mirrorless, tetapi merasa kebingungan dengan beragam jenis lensa dan berbagai istilah teknis yang digunakan di dunia fotografi. Melalui artikel ini, kami akan membahas secara rinci berbagai istilah yang umum digunakan dalam fotografi, karakteristik masing-masing jenis lensa, serta cara memilih lensa yang tepat sesuai kebutuhan pemotretan. Dengan memahami pengetahuan dasar ini, kamu akan lebih mudah mengenali kelebihan dan kekurangan setiap jenis lensa.

Pahami karakteristik lensa dan manfaatkan secara maksimal

Hal-hal penting yang perlu diketahui sebelum memilih lensa

Kamera DSLR maupun mirrorless dapat dipasangkan dengan berbagai jenis lensa. Untuk memahami perbedaan di antara masing-masing lensa tersebut, kamu perlu terlebih dahulu mengenal berbagai istilah yang menggambarkan karakteristik sebuah lensa. Berikut penjelasan mengenai istilah-istilah tersebut.

Focal Length dan Angle of View

Focal length atau panjang fokus adalah jarak antara titik utama lensa (principal point) dengan sensor gambar atau bidang film. Semakin pendek focal length, objek akan tampak lebih kecil, tetapi area yang dapat ditangkap menjadi lebih luas. Sebaliknya, semakin panjang focal length, objek akan terlihat lebih besar, sementara sudut pandangnya menjadi lebih sempit.

Sementara itu, angle of view atau sudut pandang merupakan ukuran seberapa luas area yang dapat ditangkap oleh sebuah lensa. Lensa dengan focal length pendek dikenal sebagai lensa wide-angle, yang memiliki sudut pandang lebar sehingga mampu menangkap area yang lebih luas. Sebaliknya, lensa dengan focal length panjang disebut lensa telephoto, yang memiliki sudut pandang lebih sempit dan mampu memperbesar objek yang berada jauh dari kamera.

F-number (Aperture)

F-number, yang juga dikenal sebagai aperture atau bukaan diafragma, merupakan angka yang menunjukkan seberapa banyak cahaya yang masuk ke kamera melalui lensa. Nilai F dihitung dengan membagi panjang fokus (focal length) dengan diameter efektif lensa, yaitu diameter sebenarnya yang dilalui cahaya.

Rumus F-number (F):

F = Focal Length (f) ÷ Diameter Efektif Lensa (D)

Semakin kecil nilai F-number, semakin banyak cahaya yang dapat masuk melalui lensa. Selain itu, nilai F yang kecil juga menghasilkan depth of field (ruang tajam) yang lebih sempit, sehingga menghasilkan efek bokeh atau latar belakang yang tampak blur di depan maupun di belakang subjek yang menjadi fokus.

Sebaliknya, semakin besar nilai F-number, semakin sedikit cahaya yang masuk ke kamera sehingga foto akan terlihat lebih gelap. Bukaan yang lebih kecil (stopping down) juga menghasilkan depth of field yang lebih luas, sehingga area yang tampak tajam di depan dan belakang subjek menjadi lebih besar.

Ukuran Sensor

Ukuran sensor mengacu pada dimensi sensor gambar yang bertugas mengubah cahaya yang diterima lensa menjadi sinyal elektronik. Besar kecilnya sensor memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas gambar dan performa kamera.

Pada kamera mirrorless, terdapat dua jenis sensor utama, yaitu full-frame dan APS-C.

Jika lensa yang dirancang untuk sensor APS-C dipasang pada kamera full-frame, dapat muncul vignetting, yaitu kondisi ketika bagian tepi atau sudut foto menjadi lebih gelap atau bahkan tidak terekam secara sempurna. Oleh karena itu, penting untuk memilih lensa yang sesuai dengan ukuran sensor kamera.

Perlu diketahui pula bahwa beberapa kamera full-frame modern mampu beralih secara otomatis antara mode full-frame dan mode APS-C saat menggunakan lensa APS-C.

Apa itu Full-Frame?

Sensor full-frame memiliki ukuran yang sama dengan film 35mm, yaitu 36 mm × 24 mm. Kamera full-frame mampu menghasilkan foto dengan kualitas gambar yang tinggi dan didukung oleh pilihan lensa yang sangat beragam. Sebagai catatan, jika kamu memasang lensa telephoto full-frame pada kamera APS-C, panjang fokus efektifnya akan menjadi sekitar 1,5 kali lebih telephoto.

Apa itu APS-C?

APS-C adalah ukuran sensor yang satu tingkat lebih kecil daripada sensor full-frame. Ukurannya sekitar 23,6 mm × 15,8 mm. Salah satu keunggulan lensa APS-C adalah tersedia banyak pilihan lensa yang ringkas dan ringan, sehingga mudah dibawa dan sesuai dengan ukuran kamera APS-C yang juga lebih compact.

Mount

Mount adalah bagian penghubung yang menghubungkan bodi kamera dengan lensa. Mount tidak hanya berfungsi untuk menghubungkan kamera dan lensa secara fisik, tetapi juga untuk mengirimkan informasi elektronik di antara keduanya.

Karena itu, sistem mount berbeda-beda pada setiap produsen kamera. Saat memilih lensa, kamu perlu memastikan lensa tersebut menggunakan mount yang sesuai dengan kamera kamu.

Arti Nama Lensa dan Cara Membaca Informasi Lensa

Nama sebuah lensa memuat informasi penting yang menunjukkan karakteristik dan fungsi lensa tersebut. Oleh karena itu, penting untuk memahami arti dari berbagai istilah yang terdapat pada nama lensa.

Sebagai contoh, mari kita lihat nama lensa ‘150-500mm F/5-6.7 Di III VC VXD’.

Pada nama tersebut, ‘150-500mm’ menunjukkan rentang focal length, sedangkan ‘F/5-6.7’ menunjukkan rentang F-number.

Huruf-huruf yang tercantum setelah F-number menunjukkan jenis sistem autofocus dan mekanisme VC (Vibration Compensation). Penamaan ini berbeda-beda pada setiap produsen.

Informasi lain yang dapat dicantumkan dalam nama lensa meliputi nama seri atau model, seperti “SP” dan “Model A057”, atau nama mount lensa. Selain itu, focal length ditampilkan dalam satuan milimeter (mm). Pada lensa prime, hanya terdapat satu angka focal length, bukan sebuah rentang.

Penjelasan di atas merupakan panduan umum untuk membaca informasi pada nama lensa. Namun, detail sebenarnya dapat berbeda-beda tergantung pada produsen atau jenis lensa. Oleh karena itu, penting untuk selalu memeriksa spesifikasi lensa yang kamu gunakan secara menyeluruh.

Mari Kenali Perbedaan Lensa Zoom dan Lensa Prime

Lensa dibagi menjadi dua jenis, yaitu lensa zoom dan lensa prime, tergantung pada apakah focal length dapat diubah atau tidak. Mari kita pahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan lensa zoom dan lensa prime.

Apa itu Lensa Zoom?

Lensa zoom memungkinkan kamu mengubah focal length secara bebas dalam satu lensa. Sebagai contoh, pada lensa zoom 28-200mm, pengguna dapat mengubah focal length dari 28mm hingga 200mm untuk menyesuaikan sudut pandang. Selain itu, karena lensa zoom mencakup rentang focal length yang luas, keunggulan utamanya adalah mampu digunakan untuk berbagai jenis subjek dan situasi hanya dengan satu lensa.

Meskipun sangat praktis, lensa zoom umumnya memiliki F-number yang lebih besar (bukaan diafragma lebih kecil sehingga cahaya yang masuk lebih sedikit) dibandingkan lensa prime. Karena itu, lensa prime dinilai lebih baik dalam menghasilkan foto dengan efek bokeh yang lebih kuat, karena memiliki F-number yang lebih kecil sehingga menghasilkan depth of field yang lebih dangkal.

Untuk meningkatkan kemampuan fotografi, penting juga untuk membiasakan diri bergerak maju dan mundur terhadap subjek serta berkreasi dengan sudut pandang. Salah satu kekurangan lensa zoom adalah kamu akan lebih sulit mengembangkan kemampuan tersebut jika hanya mengandalkannya.

Apa itu Lensa Prime?

Lensa prime adalah lensa dengan focal length tetap. Sebagai contoh, lensa prime 50mm hanya dapat mengambil gambar pada sudut pandang 50mm. Jika ingin mengubah sudut pandang, kamu harus mengubah jarak terhadap subjek.

Sekilas lensa prime mungkin terlihat kurang praktis, tetapi hingga kini tetap populer. Alasannya, lensa dengan F-number yang lebih kecil (bukaan diafragma lebih besar) memungkinkan kamu menghasilkan foto dengan efek bokeh yang maksimal.

Sebagai contoh, pada fotografi potret, bokeh di latar belakang membuat subjek tampak lebih menonjol. Karena sudut pandangnya tetap, kamu dituntut untuk mengatur sendiri jarak dengan subjek, sehingga dapat membantu memahami cara memanfaatkan efek bokeh secara optimal. Selain itu, karena lensa prime mampu menangkap lebih banyak cahaya, kamu dapat memotret dengan mengurangi risiko guncangan kamera dan noise, bahkan di dalam ruangan atau kondisi minim cahaya.

Namun, karena lensa prime tidak memiliki fitur zoom, kamu harus menyesuaikan posisi pemotretan sesuai subjek. Oleh karena itu, pendekatan yang baik adalah menggunakan lensa zoom sebagai lensa utama, sekaligus membawa satu lensa prime. Selain itu, banyak lensa prime memiliki daya pisah (resolving power) yang lebih tinggi dibandingkan lensa zoom. Ukurannya yang ringkas, bobot yang ringan, serta harga yang relatif terjangkau juga menjadi alasan mengapa lensa ini banyak diminati.

Apa Itu Foto Potret?

Foto potret adalah foto yang menjadikan seseorang sebagai subjek utama. Potret dapat berupa foto wajah, setengah badan, maupun seluruh tubuh. Dalam fotografi potret, lensa prime atau lensa telephoto sering digunakan untuk menghasilkan bokeh pada latar belakang. Namun, potret juga dapat dibuat menggunakan lensa wide-angle agar subjek tetap menonjol di tengah lanskap yang luas.

Apa Itu Foto Snap?

Istilah yang mirip adalah ‘snap’, yang berasal dari kata bahasa Inggris snapshot (foto cepat). Snap mengacu pada foto yang diambil secara spontan dalam suasana yang alami, seolah menangkap momen pada saat itu juga. Berbeda dengan foto potret yang umumnya direncanakan dengan memperhatikan komposisi dan posisi subjek, foto snap tidak memiliki aturan atau format tertentu.

Jenis-Jenis Lensa

Lensa tersedia dalam berbagai jenis. Jenis yang paling umum adalah lensa wide-angle, standar, telephoto, dan makro. Berikut penjelasan masing-masing jenis lensa.

Lensa Wide-Angle

Focal Length: 11mm   Exposure: F2.8   Shutter Speed: 1/250 detik   ISO: 200

Pada kamera DSLR dan mirrorless, lensa wide-angle mengacu pada lensa dengan focal length 35mm atau lebih pendek pada kamera full-frame, sehingga memiliki sudut pandang yang luas. Lensa wide-angle juga memiliki depth of field yang besar, sehingga latar belakang tetap terlihat fokus.

Lensa wide-angle menonjolkan efek perspektif, sehingga latar belakang tampak lebih jauh daripada kondisi sebenarnya. Lensa ini cocok digunakan untuk fotografi lanskap, arsitektur, foto grup, dan berbagai situasi yang membutuhkan cakupan area yang luas. Lensa ini juga sering digunakan ketika subjek terlalu besar untuk ditangkap sepenuhnya.

Terdapat beberapa jenis lensa wide-angle, seperti ultra wide-angle yang memiliki sudut pandang lebih lebar dibandingkan lensa wide-angle biasa, serta fisheye yang mampu menangkap sudut pandang hingga 180 derajat.

Lensa Standar

Focal Length: 75mm   Exposure: F2.8   Shutter Speed: 1/800 detik   ISO: 800

Secara umum, lensa standar memberikan sudut pandang yang mendekati penglihatan manusia. Focal length-nya bergantung pada ukuran sensor kamera, tetapi pada kamera full-frame umumnya berada di sekitar 50mm. Karena menghasilkan tampilan yang mirip dengan apa yang dilihat mata, lensa standar memudahkan penyusunan komposisi dan framing.

Karena mudah digunakan, lensa standar cocok untuk berbagai jenis subjek. Selain itu, lensa zoom standar yang mencakup rentang dari wide-angle hingga telephoto menengah sering dijual bersama bodi kamera sebagai kit lens.

Lensa Telephoto

Lensa telephoto memiliki focal length yang panjang (sekitar 80mm atau lebih pada kamera full-frame) dan sudut pandang yang sempit, sehingga mampu memperbesar subjek yang berada jauh. Karena memiliki depth of field yang dangkal, latar belakang akan tampak blur dengan efek bokeh yang halus. Selain itu, perspektifnya menjadi lebih rapat sehingga subjek dan latar belakang terlihat lebih dekat. Efek ini disebut compression effect.

Lensa telephoto cocok digunakan ketika fotografer tidak dapat mendekati subjek, seperti saat memotret atlet atau satwa liar. Dengan memanfaatkan compression effect, lensa ini juga mampu menghasilkan foto potret yang dinamis dengan latar belakang yang blur.

Lensa Ultra-Telephoto

Focal Length: 400mm   Exposure: F6.3   Shutter Speed: 1/1250 detik   ISO: 320

Lensa ultra-telephoto memiliki focal length yang lebih panjang daripada lensa telephoto, yaitu 300mm atau lebih. Lensa ini mampu memperbesar subjek dari jarak yang sangat jauh, sehingga cocok digunakan ketika ingin menangkap detail objek yang sulit didekati, seperti bagian atas gedung yang tinggi. Selain itu, lensa ini juga banyak digunakan untuk memotret burung liar, satwa seperti rubah dan tupai, serta serangga.

Lensa ultra-telephoto menghasilkan compression effect yang lebih kuat dibandingkan lensa telephoto. Efek ini dapat dimanfaatkan untuk membuat elemen-elemen pada pemandangan kota tampak lebih dekat atau menghasilkan foto pegunungan dan lanskap kota yang dramatis.

Lensa Makro

Lensa makro adalah lensa dengan kemampuan pembesaran tinggi yang dirancang khusus untuk fotografi jarak dekat. Lensa ini mampu memperbesar subjek berukuran kecil secara signifikan.

Secara khusus, lensa makro memiliki MOD (Minimum Object Distance) yang pendek dan rasio pembesaran maksimum antara 0,5x hingga 1x (perbesaran 1:1). Dengan menggunakan lensa makro, kamu dapat menangkap detail halus seperti urat daun dan bunga, objek yang terpantul di dalam tetesan air, serangga, serta berbagai objek kecil lainnya. Lensa makro tersedia dalam beberapa jenis, yaitu wide-angle macro dengan focal length pendek, standard macro dengan focal length sedang, dan telephoto macro dengan focal length yang lebih panjang.

 Cara Memilih Lensa yang Tepat Sesuai Hasil Foto yang Ingin Diambil

Menggunakan lensa yang berbeda sesuai dengan subjek merupakan salah satu hal yang paling menyenangkan dari kamera dengan lensa yang dapat diganti. Berikut tiga hal yang perlu diperhatikan saat memilih lensa.

1. Pilih berdasarkan kombinasi subjek dan karakteristik lensa

Lensa yang tepat, seperti focal length yang digunakan, bergantung pada subjek atau pemandangan yang akan dipotret. Misalnya, untuk memotret lanskap yang luas, lensa wide-angle adalah pilihan yang tepat, sedangkan lensa telephoto lebih cocok untuk memotret objek yang berada jauh. Pikirkan dengan baik apa yang ingin kamu foto, di mana lokasinya, dan bagaimana cara memotretnya, lalu pilih lensa yang paling sesuai dengan kebutuhan kamu.

2. Periksa fitur seperti AF (Autofocus) dan VC

Fitur seperti AF, mekanisme VC, dan ketahanan terhadap cuaca dapat sangat membantu tergantung pada kondisi pemotretan dan pergerakan subjek. Bayangkan situasi pemotretan yang akan kamu hadapi, seperti apakah kamu akan membawa peralatan dalam waktu lama, bagaimana kondisi pencahayaan, termasuk saat malam hari atau di dalam ruangan, apakah subjek bergerak atau diam, serta apakah peralatan dapat digunakan saat hujan.

3. Pertimbangkan bobot dan faktor portabilitas lainnya

Ukuran dan bobot lensa memengaruhi kenyamanan saat membawa kamera, serta kemudahan mengoperasikan dan memindahkannya saat memotret. Terutama untuk pemotretan dalam waktu lama atau saat bepergian, lensa yang ringan dan ringkas akan lebih praktis.

Selanjutnya, mari lihat beberapa rekomendasi lensa untuk situasi tertentu.

Rekomendasi Lensa untuk Pemula

Saat memilih lensa pertama, cobalah memotret berbagai jenis subjek menggunakan lensa zoom standar, seperti kit lens yang disertakan bersama kamera. Penting untuk memahami secara langsung subjek apa saja yang cocok dipotret dengan lensa standar dan mana yang kurang sesuai.

Selanjutnya, pertimbangkan lensa wide-angle jika kamu ingin memotret area yang lebih luas, seperti lanskap, atau lensa telephoto jika ingin memotret olahraga atau foto potret. Jika kamu ingin menghasilkan foto dengan efek bokeh atau memotret di kondisi minim cahaya, lensa dengan F-number kecil (bukaan diafragma besar) akan memudahkan proses pemotretan.

Selain itu, lensa all-in-one zoom yang mencakup focal length dari wide-angle hingga telephoto dalam satu lensa juga sangat direkomendasikan sebagai pilihan setelah lensa standar.

Terakhir, pertimbangkan bobot, ukuran, dan fungsinya. Lensa yang ringan akan lebih mudah digunakan. Selain itu, lensa dengan fitur tambahan seperti VC (Vibration Compensation) juga direkomendasikan untuk pemula.

Kunjungi laman 20-40mm F/2.8 Di III VXD for Sony

Kunjungi laman 28-75mm F/2.8 Di III VXD G2 for Nikon

Kunjungi laman 28-75mm F/2.8 Di III VXD G2 for Sony

Lensa Ideal untuk Fotografi Portrait

Lensa prime 85mm umumnya menjadi pilihan klasik untuk fotografi portrait. Namun, lensa zoom yang mampu mencakup berbagai focal length juga sangat direkomendasikan karena memberikan fleksibilitas untuk mengambil beragam komposisi, mulai dari potret dengan latar belakang yang luas, ekspresi wajah, hingga close-up tanpa perlu sering mengganti lensa. Menggunakan lensa telephoto untuk portrait dapat menghasilkan foto yang lebih menarik berkat efek bokeh yang halus dan kemampuan memisahkan subjek dari latar belakang. Meski demikian, saat memotret di dalam ruangan, ruang gerak yang terbatas membuat subjek terlihat lebih besar di dalam frame sehingga komposisi menjadi lebih sulit diatur. Oleh karena itu, lensa telephoto umumnya lebih ideal digunakan untuk sesi portrait di luar ruangan atau di lokasi indoor yang memiliki ruang cukup luas.

Kunjungi laman 35-150mm F/2-2.8 Di III VXD for Nikon

Kunjungi laman 35-150mm F/2-2.8 Di III VXD for Sony

Lensa Yang Cocok untuk Fotografi Lanskap

Jika ingin memotret lanskap, lensa wide-angle merupakan pilihan yang tepat karena mampu menangkap area yang luas dengan detail yang tinggi. Berkat sudut pandangnya yang lebar, lensa ini memungkinkan kamu mengabadikan pemandangan yang megah dalam satu frame. Selain itu, lensa wide-angle mampu menghasilkan efek perspektif yang kuat sehingga foto memiliki kesan kedalaman yang lebih dramatis. Namun, karena memiliki focal length yang pendek, objek seperti manusia dapat terlihat lebih kecil atau mengalami distorsi, terutama jika berada di dekat tepi frame. Oleh karena itu, saat memadukan lanskap dan manusia dalam satu foto, komposisi perlu diperhatikan agar hasilnya tetap proporsional.

Kunjungi laman 17-28mm F/2.8 Di III RXD for Sony

Lensa yang Cocok untuk Fotografi Olahraga

Pemilihan lensa untuk fotografi olahraga bergantung pada subjek dan jenis momen yang ingin diabadikan. Karena fotografer umumnya berada cukup jauh dari atlet atau aksi yang berlangsung, lensa telephoto menjadi pilihan utama untuk menangkap subjek secara close-up tanpa harus mendekat. Lensa ini memungkinkan kamu membekukan momen penting dengan detail yang lebih jelas dari jarak jauh. Di sisi lain, jika ingin menampilkan keseluruhan suasana pertandingan, termasuk lapangan, penonton, atau atmosfer venue, lensa wide-angle merupakan pilihan yang lebih tepat. Sudut pandangnya yang luas membantu menggambarkan skala dan nuansa acara sehingga foto terasa lebih hidup. Mengombinasikan penggunaan lensa telephoto dan wide-angle sesuai situasi pemotretan akan memberikan hasil yang lebih beragam, mulai dari detail aksi atlet hingga kemeriahan suasana pertandingan.

Kunjungi laman 70-180mm F/2.8 Di III VC VXD G2 for Nikon

Kunjungi laman 70-180mm F/2.8 Di III VC VXD G2 for Sony

Lensa yang Cocok untuk Memotret Burung dan Satwa Liar

Burung dan satwa liar umumnya mudah terusik dan akan menjauh ketika didekati. Selain itu, kondisi alam atau medan di lokasi pemotretan sering kali membuat fotografer sulit berada dekat dengan subjek. Karena itu, lensa ultra-telephoto menjadi pilihan yang paling ideal. Dengan jangkauan focal length yang panjang, lensa ini memungkinkan kamu mengambil gambar close-up dari jarak yang aman tanpa mengganggu perilaku alami satwa. Lensa dengan focal length sekitar 300–500mm sangat direkomendasikan untuk fotografi satwa liar. Rentang ini memberikan kemampuan memperbesar subjek secara optimal, sehingga kamu dapat menghasilkan foto yang detail dan dramatis meski memotret dari kejauhan.

Kunjungi laman 150-500mm F/5-6.7 Di III VC VXD for Nikon

https://tamron-indonesia.com/product/150-500mm-f-5-6-7-di-iii-vc-vxd-2/

Kunjungi laman 150-500mm F/5-6.7 Di III VC VXD X for FUJIFILM

Pahami Karakteristik Lensa untuk Hasil Foto yang Maksimal

Memahami karakteristik setiap jenis lensa merupakan langkah penting untuk menghasilkan foto sesuai dengan yang diinginkan. Setiap lensa memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, sehingga memilih lensa yang tepat berdasarkan jenis subjek dan kondisi pemotretan akan membantu memaksimalkan hasil foto. Selain mengenal fungsi masing-masing jenis lensa, penting juga memahami istilah teknis seperti focal length, F-number (aperture), ukuran sensor, dan mount. Dengan bekal pengetahuan tersebut, kamu akan lebih mudah menentukan lensa yang paling sesuai untuk kebutuhan fotografi, baik untuk memotret lanskap, portrait, olahraga, hingga satwa liar

Berita lainnya dari TAMRON

Dasar – dasar mengenal jenis lensa dan cara memilihnya –…

Tamron, Jakarta –  Banyak orang telah membeli kamera DSLR atau…

Lensa Zoom Standar 17-70mm F2.8 VC (Model B070) dengan Rasio Zoom 4,1x Terbaik di Kelas* untuk kamera mirrorless APS-C Nikon Z dan Canon RF!

Lensa Zoom Standar 17-70mm F2.8 VC (Model B070) dengan Rasio…

Tamron, Jakarta –  Tamron Co., Ltd. (Presiden & CEO: Shogo…

Mengabadikan Fragment Kehidupan di Surya Kencana bersama Obscura!

Mengabadikan Fragment Kehidupan di Surya Kencana bersama Obscura!

Tamron, Bogor –  Club Fotografi Sekolah Vokasi IPB, Obscura, sukses…